chapter 5
chapter 4
bel pertanda kegiatan sekolah usai mereung-reung.kinal yang sudah hampir mati bosan di dalam kelas(karna gurunya kosong,dan dia belum kenal baik dengan anggota kelasnya)langsung bersemangat memberesi buku-bukunya.kelas dance akan langsung dimulai sepulang sekolah.dan dia amat sangat bersyukur bisa pulang lebih telat dari biasanya.
kinal dan frieska tinggal dalam sebuah panti asuhan.semenjak kecil mereka dibesarkan disana.bagi kinal dan frieska,ibu mereka adalah bu lien yang menjadi kepala panti asuhan.meski berusia senja,bu lien tak pernah menghilangkan senyum ramah dari wajahnya.berbeda sekali dengan anak bu lien,bi diaz yang galak itu.tidak seperti bu lien,bi diaz lebih sering berada di panti karna bu lien pasti sibuk dengan usaha cateringnya yang menaik daun.bi diaz memiliki anak bernama citra yang ketusnya minta ampun.citra duduk di kelas XII SMA.citra ditugasi mengawasi setiap anak panti asuhan "mentari" di sekolah.sudah pasti kinal dan frieska jengah dengan ulah citra yang sok itu.konon,citra memiliki kakak laki-laki yang sedang kerja diluar jawa.entah ia sama bengisnya dengan anak beranak itu atau malah sebaliknya.
di panti asuhan mentari,kinal dikenal sebagai sosok pemimpin yang berani.mulai kecil,ia seringkali memimpin hampir seluruh keusilan yang terjadi disana.namun ia sangat bertanggung jawab dan menyayangi bu lien melebihi apapun.berbeda dengan frieska yang cenderung pendiam.ia besar sebagai sosok pemalu yang baik hati.frieska lebih senang membantu catering bu lien ketimbang berjail-jail ria dengan kinal.namun kedekatan kinal dan frieska seperti kakak dengan adiknya.saat frieska dibuat menangis oleh citra,selalu kinal yang membelanya lebih dahulu.dan ia tercatat sebagai satu-satunya anak yang berani menentang bi diaz,sehingga seringkali anak-anak meminta bantuannya untuk menyuarakan kekesalannya.sedangkan frieska adalah orang yang paling berjasa mengatur tetek bengek peralatan kinal.ia akan rela menatakan almari kinal yang lebih berantakan dibanding rak dapur panti asuhan mereka.dan saat kinal sakit(meski mungkin hanya 3 tahun sekali)frieska lah yang paling repot mencarikannya marsmellow stroberi(kinal punya kebiasaan ngemut marsmellow kalau lagi sakit,bukannya obat,dan demamnya akan tambah parah kalau keinginannya tidak dituruti).karna berbagai alasan,bu lien sangat dekat dengan kedua anak itu.dan inilah salah satu faktor kenapa frieska dan kinal menjadi musuh bebuyutan bi diaz.
kinal melangkah keluar dengan semangat.impiannya selama ini terwujud.baru kali ini ia diperbolehkan memilih kelas ekskul sesuka hati.di sekolah lamanya,citra selalu memaksa mereka mengikuti ekskul menyulam,karna dengan itu mereka bisa menularkan hasil sulaman untuk penghasilan tambahan di panti asuhan.sudah pasti kinal hampir gila setiap ada kelas menyulam yang lebih sepi dari kuburan.
"hey nal !"kinal menoleh,sonia dan frieska berlari kecil menghampirinya."kalian ada kelas ekskul ya?"
kinal mrngangguk semangat
"loe mau pulang duluan?"tanya kinal
"iya nih,gue keburu,soalnya mau siaran"jawab sonia sambil menguncir kuda rambutnya dengan pita.
"ha?siaran?siaran apa?"tanya frieska
"siaran radio"jawab sonia sambil tersenyum lebar."kapan-kapan pantengin suara kece gue ya,di FunTeen 9,0 FM radio remaja gaul setiap hari jam 3 sore sampai jam 5 sore"sonia menerangkan dengan gayanya yang mirip penyiar radio umumnya.kinal dan frieska dibuat bengong agak lama.
"jadi..kamu penyiar radio?"tanya frieska
"yap !"sonia mengangguk."udah ya gue duluan!kalau kalian mau nitip balsem sms ya,kali aja habis nge dance kesleo"sonia berlari kecil meninggalkan mereka berdua.kinal dan frieska pun berjalan beriringan menuju kelas dance.
"unik banget ya si sonia"ujar kinal
"iya,udah cantik,ceria,gak sombong lagi meskipun tajir.pasti keluarganya harmonis banget tuh"frieska terdiam sejenak."tapi,kenapa dia masih kerja sambilan ya?apa uang sakunya kurang?tapi gak mungkin kayaknya"
''orang kayak dia tu gak suka nganggur,mungkin dia gak pernah disuruh ngapa-ngapain dirumahnya,sampe-sampe nya kesibukan sendiri"jawab kinal.
"aku juga kepikiran pengen cari pekerjaan deh,,"ujar frieska pelan
"kerja apa?ngamen aja,hahaa"jawaban kinal membuat frieska nyengir.
chapter 3
istirahat pertama
frieska dan sonia asyik menikmati sepiring batagor dan kentang goreng yang mereka makan rame-rame.mereka menunggu kedatangan kinal yang belum juga menampakkan batang hidungnya.
"kemana sih ni anak?"tanya frieska
'belum keluar dari kelas kayaknya.eh tadi loe tau pastinya pak guru yang botak itu?gesrek banget tau gak.masa kita dikasih persyaratan kalo mau gabung di kelasnya.apaan tadi syaratnya?"tanya sonia
"follow twitternya.."
"follow twitternya..".mereka kontan tertawa.tak lama,kinal datang sambil membawa selembar kertas berwarna kuning.
"eh,liat deh apa yang gue bawa"kinal menunjukkan kertas itu pada kedua temannya.
"ekstrakulikuler..wah !iya,kita kan mesti ikut kelas ekskul,eh kalian mau ikut yang mana?"tanya sonia
"apa aja sih pilihannya?beladiri,majalah sekolah,teater,basket,rohis,cheers,dan...dance?"frieska bergumam
"udah jelas sih gue mau ikut yang mana"ujar kinal sambil menelan kentang gorengnya."kalo kalian?"
"gue gak ada yang minat.gue kan pengennya yang nyanyi-nyanyi gitu"ujar sonia
"ikut teater aja kalo gitu"usul frieska
"emang teater ada nyanyi nya?"
''yaa...siapa tau jadi pengisi suara.minimal.."frieska meringis,mengutuki kata-katanya barusan.
"kalo loe?mau ikut apa?"tanya sonia.frieska diam sejenak.
"apa ya?kalo ikut lebih dari satu,boleh nggak?"tanya frieska
"gapapa mungkin,asal loe mauu"jawab kinal
"em...gue ikut majalah sama.."frieska berfikir
'dance aja.biar sama kaya gue"sahut kinal
"boleh deh"frieska pun setuju."kalo kamu?"frieska menanyai sonia yang tampak sibuk dengan es jeruknya
"tauk ah,gue mau ikut semuanya".jawaban sonia langsung dibalas dengan tatapan kinal dan frieska yang kaget setengah mati.
"SERIUS ?!?!"tanya kinal
"haha...ya enggaklah..gue malah niat gak mau ikut kelas ekskul"jawab sonia enteng.giliran kinal dan frieska yang nyengir,2 kali lipat lebih kaget dari pernyataan sonia yang tadi.
---------------
kantor SMA Mentari Senja itu tampak lenggang.disebabkan beberapa telah memasuki kelas,dan sisanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.keadaan itu membuat frieska enggan memasukinnya,takut kalau kehadirannya mengganggu konsentrasi mereka.
"ayo masuk"ujar kinal tidak sabar
"malu tau,mereka serius banget sama pekerjaannya"jawab frieska pelan
'trus sampai kapan kita berdiri disini?ayo deh masuk"kinal menarik tangan frieska lalu mengucap salam keras.selamat pagi".tampak seseorang yang duduk dibalik meja TU mendongak.
"kalian murid pindahan itu?"tanya guru muda berkacamata itu.
"iya pak".tanpa ragu kinal menarik frieska untuk menghampiri meja TU itu.
"tapi katanya cuma satu orang,kenapa ada dua ya?"gumam guru itu,sambil membuka beberapa map .
"nama kalian,sonia kan?"tanya pak dio,guru muda itu.
"bukan,saya kinal,dan teman saya ini..."
"saya sonia"tiba-tiba,muncul gadis berponi dari arah belakang."saya murid baru disini"
"oh,ya..ya..kamu sonia,murid mutasi dari SMA Jatiluhur kan?"
"yap !"jawab sonia sambil tersenyum."saya bisa masuk kelas sekarang,pak?"
"oh,ya.kelas kamu di XI-F,letaknya lantai dua paling barat"jawab pak dio."dan kalian,maaf,daftar nama kalian tidak tercantum disini.apa mungkin kalian lupa mengkonfirmasinya?karna pihak sekolah pasti menelfon nomor telefon kalian masing-masing 2 hari sebelum kalian resmi diterima di sekolah ini untuk mengisi data dan membayar administrasi.apa kalian tidak menerima telfon dari kami?".frieska tersentak.pasti mereka menerima telfon itu,kalau yang mengangkat bukan bi diaz.dan ia yakin,bi diaz tidak akan mengizinkan mereka pindah sekolah,karna di sekolah ini,mereka akan terlepas dari pengawasan anak bi diaz yang nyebelin itu,citra.
"em..mungkin pihak sekolah sudah menelfon,tapi kita tidak menerimanya.kalau registrasi sekarang pa tidak bisa?"tanya frieska
"bisa,yang penting kalian bawa surat dari sekolah lama dan uang administrasi 100.000,00"jawab pak dio sambil tersenyum.kinal dan frieska langsung mengambil surat dari sekolah lama mereka yang memang disiapkan sejak tadi malam,namun tangan frieska ditahan oleh kinal.
"uang adminnya 100.000,00 mana bawa kita?"bisik kinal.frieska langusng pucat.ia tidak ingin gagal bersekolah disini.namun,seseorang menyodorkan 2 lembar seratus ribuan ke arah mereka.kinal mendongak.
"ambil aja,daripada kalian gak boleh masuk kelas"bisik gadis berponi itu,tak lain sonia yang ternyata sedari tadi menunggui mereka berdua.
"tapi??kita kan.."
"udahlah..anggap aja ini salam perkenalan dari gue".senyum tulus dari sonia sempurna membungkam kata-kata frieska.dengan cepat kinal menyerahkan surat dan uang itu pada pak dio.
'kalian sudah bisa masuk kelas.frieska di kelas XI-F dan kinal di XI-D"jawab pak dio.mereka bertiga pun beriringan keluar dari kantor.
"makasih ya,sonia"ujar frieska
"biasa aja kali,"jawab sonia enteng."ah, gue belum kenal nama kalian"
"aku kinal"
"aku frieska"
"oke deh.kinal dan frieska.mulai sekarang kita berteman ya!"ujar sonia.kinaldan frieska berpandangan,lalu mengangguk mantap.
saat mereka akan melangkah keluar dari pintu kantor,mereka berpapasan dengan gadis berseragam SMP yang memasuki kantor.kantor SMA dan SMP Mentari Senja memang jadi satu,bedanya untuk kantor SMA berada di sisi barat dan kantor SMP berada di sisi timur.mereka sayuo-sayup mendengar suara pak dio yang tengah menanyai seseorang.
"nabilah lagi,nabilah lagi,buat ulah apa lagi kamu pagi ini??gak bosan-bosannya kamu masuk kantor guru,apa gak sekalian aja kamu jadi guru gak usah jadi murid?.."
"padahal nabilah gak ngapa-ngapain tuh pak,cuman manjat jendela aja masa gak boleh?"
"manjat jendela kamu bilang masa?kamu tuh perempuan,ya ampun nih anak.."
sonia tertawa kecil mendengar percakapan antara pak dio dan murid bernama nabilah.
"yang namanya nabilah itu,yang barusan lewat tadi ya?"tanya sonia
"iya mungkin,gila tu anak"komen kinal
chapter 2
frieska dan kinal baru saja menyelesaikan sarapannya,ketika seorang ibu paruh baya menghampiri meja mereka.
"kalian mau berangkat sekolah?"tanyanya.frieska tampak diam ketakutan,sedangkan kinal langsung menghampirinya
"mau kemana lagi emang?jelas-jelas kita pake seragam"kinal langsung menatap frieska yang tak kunjung berdiri dari kursinya"ayoo fries,kita berangkat"
"kalian gak boleh meninggalkan ruangan dalam keadaan kotor!"bentak ibu itu
"kita udah masak dan bersiin halaman,semua cucian juga selesai dijemur,trus kita mesti bersiin ruangan?emang gak ada lagi orang yang mampu bersiin ini semua selain kita?"kinal menjawab dengan santainya"juga,kayaknya bi diaz belum beresin apapun tuh dari pagi.".kinal langsung menggandeng tangan frieska dan pergi.ia tak lagi mendengar ocehan bi diaz yang mengiringinya sampai halaman depan.
"gak ada habisnya tu orang nge-bully kita"ujar kinal"emang gue takut apa?sorry ya..kalo cuma tampangnya doank sih lewaat"kinal tersenyum jenaka.
"tapi nal..kita mau sampai kapan tinggal disitu?kita udah dewasa.kita harusnya hidup mandiri kan?"tanya frieska pelan."dan gue pun,sebenernya pengen banget,...cari pekerjaan"
"ha?!kerja??yang bener aj,kita ijazah SMA aja belum punya,gimana mau kerja?kerja sekarang tuh susah tau,udahlah..bentar lagi kita lulus kok.dan gue..akan mengejar impian gue selama ini"kinal berkata sambil menerawang
"apaan?"tanya frieska penasaran
"jadi dancer"
---------------
di tempat lain,tampak gadis berponi itu sedang mengolesi roti tawarnya dengan malas.ia sesekali melirik pintu kamar disampingnya dengan jengah.tiba-tiba seseorang meletakkan segelas susu disampingnya.ia mendongak
"diminum non.."ujar bik nem halus,gadis bernama sonia itu tersenyum
"makasih bik."ia lalu meraih gelas susu itu."kak alan udah berangkat bik?"tanya sonia
"kayaknya sih masih dikamar,non"
"oh..."sonia mangut-mangut
"bibik permisi dulu ya,non"pamitnya dengan halus,sonia mengangguk.tak lama,pintu kamar itu terkuak.keluarlah seorang wanita paruh baya yang masih rupawan sambil membenarkan piamanya.
"sayang,udah mau berangkat sekolah?"tanyanya pada sonia.namun sonia hanya meliriknya tajam,lalu meraih tasnya dan beranjak.
"sonia,sonia sayang,kamu gak pamitan sih sama mama?".namun sonia tak peduli dengan ucapan mamanya yang terkesan memerintah itu,ia terus berjalan menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya.saat ia hendak memasuki mobil,seorang pemuda menegurnya.
"loe beneran pindah sekolah?"tanya pemuda itu,sonia menoleh.ternyata kakaknya yang baru bangun tidur.
"iya,"jawab sonia pendek
"loe udah bilang ke nyokap soal itu?"tanya alan lagi
"ngapain bilang ke dia?ini semua hasil kerja keras gue selama ini.gue males tiap hari diejekin sama temen-temen,gara-gara nenek-nenek gak tau malu itu"sonia menstater mobilnya.'eh,loe gak kuliah?"
"males,gue mau maen aja."jawab kakaknye enteng.sonia hanya tersenyum maklum.mobil mazda silver metalik itupun melaju membelah jalan.
Lirik Lagu JKT48 AITAKATTA
aitakatta,,aitakatta,,aitakatta,,yess..!!!
aitakatta,,aitakatta,,aitakatta,,yess...denganmu..
bersepeda aku menanjaki
bukit itu sekuat tenaga kukayuh pedalnya
angin pun mulai berhembus
kemejaku,kurasa masih kurang cepat
akhirnya kusadari
perasaan sebenarnya
ingin jalani sejujurnya
hanya dia ku akan terus berlari
kamu berharga lebih dari siapapun
walau kau tolak tak akan kusesali
kamu berharga lebih dari siapapun
akhirnya ku ingin ungkapkan rasa ini
jika ku suka kan ku katakan suka
tak kan kupungkiri ku katakan sejujurnya
jika ku suka kan kukatakan suka
dari hatiku dengan tulus ku katakan
la..la..la..la..la..
la..la..la..la..la..
aitakatta,,aitakatta,,aitakatta,,yess...!!!
aitakatta,,aitakatta,,aitakatta,,yes...denganmu..
aitakatta...!!!





