kantor SMA Mentari Senja itu tampak lenggang.disebabkan beberapa telah memasuki kelas,dan sisanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.keadaan itu membuat frieska enggan memasukinnya,takut kalau kehadirannya mengganggu konsentrasi mereka.
"ayo masuk"ujar kinal tidak sabar
"malu tau,mereka serius banget sama pekerjaannya"jawab frieska pelan
'trus sampai kapan kita berdiri disini?ayo deh masuk"kinal menarik tangan frieska lalu mengucap salam keras.selamat pagi".tampak seseorang yang duduk dibalik meja TU mendongak.
"kalian murid pindahan itu?"tanya guru muda berkacamata itu.
"iya pak".tanpa ragu kinal menarik frieska untuk menghampiri meja TU itu.
"tapi katanya cuma satu orang,kenapa ada dua ya?"gumam guru itu,sambil membuka beberapa map .
"nama kalian,sonia kan?"tanya pak dio,guru muda itu.
"bukan,saya kinal,dan teman saya ini..."
"saya sonia"tiba-tiba,muncul gadis berponi dari arah belakang."saya murid baru disini"
"oh,ya..ya..kamu sonia,murid mutasi dari SMA Jatiluhur kan?"
"yap !"jawab sonia sambil tersenyum."saya bisa masuk kelas sekarang,pak?"
"oh,ya.kelas kamu di XI-F,letaknya lantai dua paling barat"jawab pak dio."dan kalian,maaf,daftar nama kalian tidak tercantum disini.apa mungkin kalian lupa mengkonfirmasinya?karna pihak sekolah pasti menelfon nomor telefon kalian masing-masing 2 hari sebelum kalian resmi diterima di sekolah ini untuk mengisi data dan membayar administrasi.apa kalian tidak menerima telfon dari kami?".frieska tersentak.pasti mereka menerima telfon itu,kalau yang mengangkat bukan bi diaz.dan ia yakin,bi diaz tidak akan mengizinkan mereka pindah sekolah,karna di sekolah ini,mereka akan terlepas dari pengawasan anak bi diaz yang nyebelin itu,citra.
"em..mungkin pihak sekolah sudah menelfon,tapi kita tidak menerimanya.kalau registrasi sekarang pa tidak bisa?"tanya frieska
"bisa,yang penting kalian bawa surat dari sekolah lama dan uang administrasi 100.000,00"jawab pak dio sambil tersenyum.kinal dan frieska langsung mengambil surat dari sekolah lama mereka yang memang disiapkan sejak tadi malam,namun tangan frieska ditahan oleh kinal.
"uang adminnya 100.000,00 mana bawa kita?"bisik kinal.frieska langusng pucat.ia tidak ingin gagal bersekolah disini.namun,seseorang menyodorkan 2 lembar seratus ribuan ke arah mereka.kinal mendongak.
"ambil aja,daripada kalian gak boleh masuk kelas"bisik gadis berponi itu,tak lain sonia yang ternyata sedari tadi menunggui mereka berdua.
"tapi??kita kan.."
"udahlah..anggap aja ini salam perkenalan dari gue".senyum tulus dari sonia sempurna membungkam kata-kata frieska.dengan cepat kinal menyerahkan surat dan uang itu pada pak dio.
'kalian sudah bisa masuk kelas.frieska di kelas XI-F dan kinal di XI-D"jawab pak dio.mereka bertiga pun beriringan keluar dari kantor.
"makasih ya,sonia"ujar frieska
"biasa aja kali,"jawab sonia enteng."ah, gue belum kenal nama kalian"
"aku kinal"
"aku frieska"
"oke deh.kinal dan frieska.mulai sekarang kita berteman ya!"ujar sonia.kinaldan frieska berpandangan,lalu mengangguk mantap.
saat mereka akan melangkah keluar dari pintu kantor,mereka berpapasan dengan gadis berseragam SMP yang memasuki kantor.kantor SMA dan SMP Mentari Senja memang jadi satu,bedanya untuk kantor SMA berada di sisi barat dan kantor SMP berada di sisi timur.mereka sayuo-sayup mendengar suara pak dio yang tengah menanyai seseorang.
"nabilah lagi,nabilah lagi,buat ulah apa lagi kamu pagi ini??gak bosan-bosannya kamu masuk kantor guru,apa gak sekalian aja kamu jadi guru gak usah jadi murid?.."
"padahal nabilah gak ngapa-ngapain tuh pak,cuman manjat jendela aja masa gak boleh?"
"manjat jendela kamu bilang masa?kamu tuh perempuan,ya ampun nih anak.."
sonia tertawa kecil mendengar percakapan antara pak dio dan murid bernama nabilah.
"yang namanya nabilah itu,yang barusan lewat tadi ya?"tanya sonia
"iya mungkin,gila tu anak"komen kinal
21.29 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar