frieska dan kinal baru saja menyelesaikan sarapannya,ketika seorang ibu paruh baya menghampiri meja mereka.
"kalian mau berangkat sekolah?"tanyanya.frieska tampak diam ketakutan,sedangkan kinal langsung menghampirinya
"mau kemana lagi emang?jelas-jelas kita pake seragam"kinal langsung menatap frieska yang tak kunjung berdiri dari kursinya"ayoo fries,kita berangkat"
"kalian gak boleh meninggalkan ruangan dalam keadaan kotor!"bentak ibu itu
"kita udah masak dan bersiin halaman,semua cucian juga selesai dijemur,trus kita mesti bersiin ruangan?emang gak ada lagi orang yang mampu bersiin ini semua selain kita?"kinal menjawab dengan santainya"juga,kayaknya bi diaz belum beresin apapun tuh dari pagi.".kinal langsung menggandeng tangan frieska dan pergi.ia tak lagi mendengar ocehan bi diaz yang mengiringinya sampai halaman depan.
"gak ada habisnya tu orang nge-bully kita"ujar kinal"emang gue takut apa?sorry ya..kalo cuma tampangnya doank sih lewaat"kinal tersenyum jenaka.
"tapi nal..kita mau sampai kapan tinggal disitu?kita udah dewasa.kita harusnya hidup mandiri kan?"tanya frieska pelan."dan gue pun,sebenernya pengen banget,...cari pekerjaan"
"ha?!kerja??yang bener aj,kita ijazah SMA aja belum punya,gimana mau kerja?kerja sekarang tuh susah tau,udahlah..bentar lagi kita lulus kok.dan gue..akan mengejar impian gue selama ini"kinal berkata sambil menerawang
"apaan?"tanya frieska penasaran
"jadi dancer"
---------------
di tempat lain,tampak gadis berponi itu sedang mengolesi roti tawarnya dengan malas.ia sesekali melirik pintu kamar disampingnya dengan jengah.tiba-tiba seseorang meletakkan segelas susu disampingnya.ia mendongak
"diminum non.."ujar bik nem halus,gadis bernama sonia itu tersenyum
"makasih bik."ia lalu meraih gelas susu itu."kak alan udah berangkat bik?"tanya sonia
"kayaknya sih masih dikamar,non"
"oh..."sonia mangut-mangut
"bibik permisi dulu ya,non"pamitnya dengan halus,sonia mengangguk.tak lama,pintu kamar itu terkuak.keluarlah seorang wanita paruh baya yang masih rupawan sambil membenarkan piamanya.
"sayang,udah mau berangkat sekolah?"tanyanya pada sonia.namun sonia hanya meliriknya tajam,lalu meraih tasnya dan beranjak.
"sonia,sonia sayang,kamu gak pamitan sih sama mama?".namun sonia tak peduli dengan ucapan mamanya yang terkesan memerintah itu,ia terus berjalan menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya.saat ia hendak memasuki mobil,seorang pemuda menegurnya.
"loe beneran pindah sekolah?"tanya pemuda itu,sonia menoleh.ternyata kakaknya yang baru bangun tidur.
"iya,"jawab sonia pendek
"loe udah bilang ke nyokap soal itu?"tanya alan lagi
"ngapain bilang ke dia?ini semua hasil kerja keras gue selama ini.gue males tiap hari diejekin sama temen-temen,gara-gara nenek-nenek gak tau malu itu"sonia menstater mobilnya.'eh,loe gak kuliah?"
"males,gue mau maen aja."jawab kakaknye enteng.sonia hanya tersenyum maklum.mobil mazda silver metalik itupun melaju membelah jalan.
chapter 2
22.28 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar